Berkenalan Dengan Cabang Olahraga Baru, eSports!

1310

Jakarta, 2018 – Zaman terus berubah, secara otomatis juga menggiring masyarakat berkembang untuk mengikutinya. Hal ini terbukti dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, hingga mampu mengubah kebiasaan kita dalam menjalani hidup. Coba bayangkan 5 tahun lalu, siapa yang menyangka apabila bermain online game dapat menjadi sebuah profesi? Ya, kini profesi gamer profesional sudah resmi ada dengan bayaran selangit. Tak berhenti hanya di sana, online game pun sudah menjadi sebuah olahraga, atau sekarang sering disebut eSports.

eSports hadir sebagai wadah bagi pemain kompetitif, pemain profesional, hingga atlet sekalipun. Maraknya animo penduduk dunia dan di Indonesia yang menjadi pemain eSports sudah terbukti dari besaran angka. Contohnya pada tahun 2017, Indonesia memiliki 43,7 juta pemain eSports yang menghabiskan Rp11 miliar untuk bermain game.

Angka ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat ke-16 sebagai negara dengan pendapatan dari game terbesar di dunia. Sungguh angka yang fantastis, mengingat tren ini umurnya belum terlalu lama. Untuk menghimpun para pemain dan atlet eSports di Indonesia, dibentuklah organisasi IeSPA (Indonesia eSports Association) yang saat ini masih berada di bawah naungan organisasi FORMI (Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia). Terus berkembangnya eSports menjadikan panitia Asian Games 2018 memasukkan eSports sebagai bagian dari eksibisi, dan pada Asian Games 2022 akan resmi dipertandingkan sebagai salah satu cabang olahraga.

Game yang dipertandingkan juga bermacam-macam, seperti League of Legends, Age of Valor, FIFA, CS:GO, Player Unknown’s Battleground, Dota 2, hingga Mobile Legends. Tentu semuanya membutuhkan kemampuan, keahlian, hingga perlengkapan tertentu untuk sanggup berkompetisi di dalamnya. Karenanya, kini menjamur juga tempat-tempat untuk bermain online game yang dinamakan iCafe.

iCafe ini hadir di banyak kota besar di Indonesia, namun tetap menghindari hal-hal negatif dengan cara menerapkan aturan ketat, seperti tidak boleh masuk dengan seragam sekolah, tidak boleh bermain di jam sekolah, tidak diperbolehkan adanya konten pornografi, dan lain sebagainya. Hal ini baik untuk menghapus stigma yang sudah terbentuk di masyarakat, apabila bermain game di warung internet itu cenderung berujung ke hal-hal negatif, seperti penggunaan konten pornografi dan pendidikan yang terlupakan.

Bila dianalogikan, iCafe bertugas sebagai tempat “berlatih”, dan kompetisi eSports bertugas sebagai tempat “kerja”, karena di sana kemampuan dari hasil latihan betul-betul diuji untuk melawan pemain lainnya. Kompetisi lokal di Indonesia juga sudah sangat menjamur, dan hasilnya sangat bagus, karena banyak pemain dari Indonesia yang mampu untuk unjuk gigi di kancah kompetisi Internasional. Tak hanya unjuk gigi, namun mereka juga mampu menjuarai beberapa kompetisi di antaranya. Bahkan, beberapa pemain asli Indonesia sudah resmi menjadi bagian dari tim profesional di luar negeri, dan digaji mahal.

Bahkan, kini Indonesia telah menjadi pelabuhan bagi kompetisi kelas dunia untuk singgah. Salah satunya kompetisi Ultimo Hombre dari Inggris, yang menjadi penyelenggara kompetisi eSports terbaru, dan akan memulai kompetisi di sini. Mengusung visi “semua bisa bermain, siapa saja bisa menang”, mereka berniat untuk menjaring semua kalangan masyarakat untuk merasakan nikmatnya bermain game dalam satu wadah yang sama. Ultimo Hombre akan hadir di Indonesia pada bulan Agustus 2018.

Jadi, sudah mulai terpikir untuk terjun ke dunia game yang semakin menjanjikan ini?




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.