Iran Menjadi Negara Yang Pertama Kali Melarang Pokemon GO

90

Pemerintah Iran akhirnya menjadi negara pertama yang secara resmi melarang Pokemon Go dimainkan di negaranya. Keputusan ini diambil oleh High Council of Virtual Spaces, badan yang bertanggung jawab atas segala aktivitas penggunaan aplikasi online yang didukung GPS di dalam negeri dengan alasan “keamanan”, meski mereka tidak menjelaskan secara detail mengenai bahaya keamanan apa yang muncul akibat Pokemon Go ini.

Keputusan Iran untuk melarang Pokemon Go bukanlah dengan sewenang-wenang. Sebelumnya Iran sudah meminta produsen game Niantic untuk memenuhi standar keamanan di Iran, namun tampaknya tidak dihiraunkan oleh Niantic, sehingga Iran akhirnya mengambil keputusan untuk melarang game Pokemon Go di negaranya. Alasan lain Pokemon Go dilarang di Iran adalah agama. Sejak tahun 2001, The Council of Senior Religious Scholars sudah mengeluarkan fatwa melarang permainan kartu Pokemon lantaran mengandung gambar terlarang dan unsur perjudian.

Tapi, meskipun negara telah memberlakukan pembatasan Internet yang ketat, beberapa fans Pokemon Go mengaku mereka masih bisa mengakses permainan di Iran menggunakan VPN.

Ini bukan pertama kalinya Iran melarang video game. Pada bulan Juni, Yayasan Nasional untuk Game Komputer memblokir penjualan 1979 Revolution (narasi yang mengeksplorasi perjuangan Revolusi Iran). Pada tahun 2011, negara Iran melarang permainan Battlefield 3.

Belum jelas diketahui hingga saat ini dampak Pokemon Go bagi keamanan negara. Analis keamanan Adam Reeve sebelumnya pernah menuduh Niantic memiliki akses penuh kepada pemilik akun Google dan menyerap data indentitas dan alamat email pemain. Tuduhan tersebut merebak pasca update terbaru 0.31.0, di mana bahwa Pokemon GO bisa mendapatkan akses penuh ke akun Google, walaupun kemudian Niantic Labs memperbarui pernyataan mereka melalui laman resmi game ini menyinggung “permission”, bahwa Pokemon GO memang bisa melihat data User ID dan alamat email pemainnya, walaupun hal itu dianggap sebagai bug yang akan segera mereka atasi.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.