Kasihan, Gamer Tiongkok Gigit Jari Karena Tak Bisa Mainkan Monster Hunter: World

260

Ketika dirilis di konsol PlayStation 4 dan Xbox One di bulan Januari lalu, Monster Hunter: World berhasil mencetak dua rekor baru dalam sejarah Capcom, yakni sebagai game dengan penjualan tercepat serta menjadi produk mereka yang paling laris. Kesuksesan ini dilanjutkan dengan perilisan Monster Hunter: World versi PC pada tanggal 9 Agustus kemarin, yang juga berhasil memecahkan rekor di Steam dengan estimasi penjualan melebihi 2 juta copy. Tapi sayangnya, keseruan yang ditawarkan oleh permainan tersebut tidak bisa dinikmati oleh kalangan PC gamer di Tiongkok karena di sana, Monster Hunter: World justru ditarik dari pasaran.

Tencent Holdings Ltd., publisher yang mendapatkan izin untuk merilis Monster Hunter: World untuk pasaran Tiongkok melalui WeGame, digital distribution platform ala Steam, terpaksa menarik game yang dirilis tanggal 9 Agustus lalu dari pasaran setelah mendapat desakan dari pemerintah. Hal ini jelas menjadi pukulan keras bagi Tencent, terlebih karena mereka harus membatalkan pre-order dari kalangan gamer yang telah mencapai lebih dari satu juta pemesanan. Penarikan game Monster Hunter: World juga berimbas pada menurunnya saham Tencent sebesar 2.2% di bursa saham Hong Kong.

Menurut pernyataan dari pihak WeGame, Monster Hunter: World ditarik dari peredaran akibat adanya sejumlah keluhan yang diterima oleh pihak berwajib mengenai content-nya, sehingga game itu tidak mampu memenuhi peraturan penerbitan di Negeri Tirai Bambu yang memang sangat ketat. Namun sejumlah analis menyebutkan bahwa game garapan Capcom tersebut tidak mengandung konten yang terlarang (seperti menampilkan darah atau karakter yang tidak senonoh).

Bahkan melalui laporan yang terdapat di situs resminya, Financial Times menyebutkan bahwa penarikan Monster Hunter: World dari pasaran bukan disebabkan oleh konten dari game yang dimaksud, tapi disebabkan adanya pertikaian secara birokratis yang disebabkan oleh munculnya aturan media baru yang membuat terhentinya izin untuk perilisan beragam mobile game baru di Tiongkok.

Sebagai bentuk kompensasi, Tencent bersedia untuk mengembalikan uang gamer yang telah melakukan pre-order tanpa syarat apapun sebelum tanggal 20 Agustus. Tidak hanya itu, WeGame juga menambahkan kupon sebesar ¥30 (sekitar Rp63 ribu) sebagai tanda permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh konsumen. [Aseek]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.