Nights of Azure – A heart-breaking tale of love and sacrifice

161

Gust dikenal sebagai developer yang sering menciptakan game dengan atmosfir yang “ceria” seperti seri Atelier dan Ar Tonelico. Tapi di tahun 2015 lalu mereka nampaknya ingin mencoba sesuatu yang baru melalui Yoru no Nai Kuni, sebuah RPG yang muncul dengan tone yang lebih kelam dibanding game-game buatan Gust lainnya. Setelah dirilis untuk pertama kali di Jepang pada bulan Oktober lalu, kini giliran versi US-nya dirilis pada bulan Maret 2016 kemarin.

Screen Nights of Azure 08

Forbidden Love
Setelah dikalahkan oleh penduduk Ruswell Island, si jahat Nightlord menginfeksi daratan dengan darahnya di mana siapapun yang terkena akan menjadi monster yang menyerang manusia (dinamakan Jayou). Di sini gamer bakal bermain sebagai Arnice, Holy Knight yang terinfeksi darah Nightlord dan memakai kekuatan barunya untuk mengalahkan para Jayou, yang dibantu oleh sahabat dekatnya yakni Lilysse. Namun hubungan erat antara kedua sahabat ini terancam sewaktu Arnice mendapati bahwa sahabatnya ialah seorang Saint, yang harus dikorbankan demi menjaga agar Nightlord tidak kembali lagi ke dunia. Apa yang akan ia lakukan untuk menyelamatkan jiwa sahabatnya? Jawabannya bisa kalian temukan dengan memainkan Nights of Azure…

Meski dari segi ceritanya cukup menarik, tapi satu hal yang membuat Nights of Azure kontroversial adalah bentuk hubungan antara Arnice dan Lilysse. Pasalnya, selama dalam permainan gamer dapat menemukan beragam indikasi, baik melalui event, dialog, hingga beragam artwork, bahwa hubungan antara keduanya lebih dari sekedar sahabat biasa. Tapi tidak tepat rasanya jika kita menuduh kalau game ini memfokuskan pada yuri, kisah cinta dua dua wanita yang mengarah pada sexual content, melainkan lebih cenderung pada shoujo-ai – fitur yang sering ditemukan dalam game-game buatan Gust lainnya.

Screen Nights of Azure 09

Unleash the Beast Within
Terlepas dari kontroversi ini, pihak developer telah membekali Nights of Azure dengan beragam fitur unik ke dalam sistem permainannya sehingga perhatian gamer tidak akan terfokus pada kisah kasih antara Arnice dan Lilysse saja. Bahkan bisa dikatakan bahwa berkat gameplay-nya yang seru dan menantang, pikiran kalian akan lebih tertuju pada cara mengalahkan monster serta memilih Servan yang harus digunakan!!

Berbeda dengan judul-judul mereka sebelumnya yang cenderung hadir dengan gaya permainan turn-based, Gust mengadopsi gameplay action-RPG untuk Nights of Azure sehingga gamer bakal menjalani pertarungan yang lebih seru dan juga menantang. Dan semuanya berkutat di seputar kemampuan milik Arnice, yang ia peroleh ketika terinfeksi darah milik Nightlord. Selama dalam battle, ia bisa menggonta-ganti senjata yang dipakainya untuk menyerang lawan di mana setiap jenis senjata memiliki keunikan tersendiri.

Screen Nights of Azure 05

Pertama adalah longsword yang bisa menyerap darah musuh, kemudian ada dagger yang bisa menimbulkan efek Bleed yang membuat health lawan terus berkurang, lalu hammer yang lambat namun menghasilkan damage besar plus radius serangan yang besar pula, dan terakhir adalah guns yang memungkinkan Arnice untuk menyerang musuh dari jarak jauh. Oh, senjata yang gamer pilih juga berpengaruh pada kemampuan yang dimiliki oleh Servan – para subordinate demon yang bisa kalian “panggil” untuk membantumu dalam pertarungan. For example, longsword memungkinkan para Servan untuk menyerang lawan secara terus-menerus. Yang menarik, makin tinggi level para Servan yang kita miliki maka makin banyak pula kemampuan baru yang bakal mereka miliki. Nice!!

Tidak hanya mengandalkan pada Servan saja, jagoan utamamu mampu berubah menjadi 5 sosok demon berbeda yang dibekali dengan kemampuan uniknya sendiri dan baru bisa diaktifkan setelah transformation gauge terisi penuh. Sebagai contoh, Demon Form memungkinkan Arnice untuk memakai dan juga memanipulasi elemen fire, Rabbit Form membuatnya mampu bergerak dengan cepat, sementara Phantom Form dibekali dengan beragam skill yang berkenaan dengan recovery. Satu hal yang harus gamer ingat adalah: jenis form yang dapat dipakai dipengaruhi oleh jenis Servan yang kalian bawa ke dalam permainan, sementara mengisi gauge yang dimaksud dilakukan dengan jalan mendaratkan serangan. It’s pretty simple, no?

Screen Nights of Azure 03

Simple and Clean
Meskipun dibekali dengan gameplay yang bisa dikatakan sederhana tapi mekanisme permainannya cukup dalam sehingga dapat memuaskan para penyuka genre RPG. Dengan banyaknya hal yang harus gamer perhatikan, seperti Servan mana saja yang harus dibawa dan ditingkatkan levelnya (untuk mendapatkan skill yang kalian inginkan), command apa yang harus diberikan pada mereka – hampir lupa, kita bisa memberikan perintah pada para Servan lho – dan masih banyak lagi, tidak heran kalau versi Jepang-nya mendapat animo yang besar dari kalangan gamer. Jadi, persiapkan dirimu untuk memainkan Nights of Azure!!

Publisher: Koei Tecmo
Developer: Gust Co. Ltd.
Genre: RPG
Release: Maret 2016
Platform: PS3, PS4, PS Vita




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.