Presiden IOC Masih Belum Menerima eSports Sebagai Bagian Dari Olimpiade

352

Di samping mempertandingkan berbagai cabang olahraga, 18th Asian Games juga menggelar turnamen eSports dengan menampilkan 6 judul game yakni Arena of Valor, Clash Royale, Hearthstone, League of Legends, Pro Evolution Soccer 2018 serta StarCraft 2. Walau hanya berupa demonstration sports di mana medali yang didapat tidak disertakan ke dalam perolehan medali keseluruhan, event yang diikuti oleh 18 negara tersebut dapat dilangsungkan dengan baik. Sayangnya, hal tersebut belum mampu meyakinkan Thomas Bach selaku Presiden dari IOC (International Olympic Committee).

Melalui wawancara dengan The Associated Press, Batch menyatakan bahwa Olimpiade tidak akan mempertimbangkan “permainan yang mempromosikan kekerasan atau diskriminasi” sebagai bagian dari programnya. Ia juga menambahkan bahwa meski keenam judul yang dipertandingkan di 18th Asian Games dipandang sebagai killer games, tapi dari sudut pandang komite, semua itu bertentangan dengan nilai-nilai Olimpiade sehingga tidak dapat diterima.

Pernyataan tersebut menegaskan penolakan sang Presiden IOC terhadap kemungkinan penyertaan eSports sebagai bagian dari cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Batch juga menepis persamaan antara kekerasan dalam video game dengan cabang olahraga anggar, yang menampilkan dua peserta saling menusuk dengan menggunakan pedang, di mana ia memenangkan medali emas pada Olimpiade tahun 1976 di cabang olahraga itu. Ia menjawab bahwa meski anggar berasal dari pertarungan nyata, namun combat sport merupakan ekspresi lebih sopan dari hal tersebut, berbeda dengan eGames yang menampilkan pembunuhan terhadap seseorang.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, eSports menjadi salah satu event yang disertakan dalam 18th Asian Games yang dilangsungkan dari tanggal 26 Agustus hingga 1 September 2018 lalu. Dalam turnamen tersebut, Tiongkok tampil mendominasi dengan perolehan 2 medali emas dan 1 perak lewat game Arena of Valor dan League of Legends, sementara posisi ke dua diraih oleh Indonesia dan Korea Selatan yang sama-sama memperoleh 1 medali emas dan 1 medali perak.

Ridel Yesaya Sumarandak menjadi pahlawan Indonesia dalam turnamen eSports yang digelar di 18th Asian Games, di mana pemuda asal Sulawesi Utara ini berhasil meraih medali emas melalui game Clash Royale. Pahlawan lainnya adalah Hendry Koentarto Handisurya, yang menyumbangkan medali perak lewat game Hearthstone. [Aseek]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.