Retro Gaming – Dragon Quest Series

807

A simpe yet interesting RPG series for every gamer

Kata Pengantar

Jika berbicara mengenai seri RPG yang populer, tentunya pikiran gamer bakal langsung tertuju pada seri Final Fantasy garapan Square Enix. Namun tahukah kalian bahwa di Negeri Matahari Terbit, ternyata ada seri RPG lain yang dianggap sebagai pesaing terkuat bagi Final Fantasy yakni Dragon Quest? Yup, meski gaungnya kurang terasa di luar Jepang namun game yang juga dikenal dengan judul Dragon Warrior ini memiliki popularitas yang tidak kalah tingginya lho!!

 

The Overview

gb_Art Dragon Quest V 01

Dragon Quest merupakan buah pemikiran salah seorang staff Enix (sebelum menjadi bagian dari Square) yakni Yuji Horii, di mana ia – terinspirasi dari sejumlah game terkemuka seperti Wizardry dan Ultima – berusaha untuk menciptakan sebuah RPG yang dapat diterima oleh gamer yang kurang mengenal genre tersebut. Karena itulah ia memberikan perhatian yang besar pada bidang storytelling, keterlibatan emosi pemain, serta menciptakan antarmuka maupun beragam fitur permainan lain yang simpel sehingga mudah dipahami oleh para pemain. Dengan begitu maka gamer dari kalangan manapun dapat memainkan Dragon Quest tanpa dibebani oleh beragam fitur maupun aturan permainan yang rumit.

Kepopuleran seri Dragon Quest yang juga dikenal lewat singkatan “DraQue” di Jepang, ternyata menjadi sebuah fenomena kultur serta membawa pengaruh besar terhadap kebudayaan di Negeri Matahari Terbit. Game ini selalu muncul sebagai topik hangat yang diperbincangkan oleh kalangan murid sekolah, bahkan hingga sekarang tidak sedikit gamer menundukkan kepalanya dan tenggelam dalam permainan melalui handheld 3DS mereka. Tidak hanya itu, berbagai hal yang berkaitan dengan Dragon Quest juga telah dikenal baik oleh masyarakat Jepang, dan salah satunya adalah monster Slime yang dinobatkan sebagai maskot bagi seri RPG tersebut. Intinya, Dragon Quest telah menjadi bagian dalam kehidupan sebagian besar penduduk Jepang.

 

Dragon Quest

Release: May 27, 1986 (NES)

gb_Screen Dragon Quest I 01

Banyak yang meyakini bahwa game Dragon Quest pertama ini merupakan pioneer bagi genre RPG, dan memperkenalkan beragam fitur permainan yang kemudian diadaptasi oleh game-game lainnya. Plot yang dihadirkan oleh Dragon Quest sangat sederhana, yakni kalian (sebagai sang Hero) ditugaskan untuk menyelamatkan Kingdom of Alefgard dari cengkraman Dragonlord yang jahat. Bahkan kesederhanaan ini juga diteruskan ke dalam gameplay-nya, di mana pertarungan yang dilakukan secara turn-based terkesan simpel karena gamer hanya dibekali dengan 4 pilihan action saja yakni Fight, Run, Spell, dan Item. Tanpa menyertakan fitur-fitur permainan yang rumit, gamer dapat menguasai permainan dengan mudah.

gb_Screen Dragon Quest I 04

Seperti halnya RPG lain pada masanya, sebagian besar waktumu akan dihabiskan untuk berbicara dengan NPC untuk memperoleh info mengenai lokasi maupun event baru, serta melakukan grinding untuk meningkatkan level karaktermu. Oh, di sini jagoanmu hanya berpetualang sendirian tanpa didampingi oleh karakter maupun party member lainnya lho. Didukung dengan musik nan apik gubahan Koichi Sugiyama, dipadu dengan desain karakter unik garapan mangaka kenamaan Akira Toriyama, Dragon Quest berhasil memperoleh kesuksesan besar di Jepang dengan terjual sebanyak lebih dari 2 juta copy. Sayangnya, popularitas game ini dikalahkan oleh Final Fantasy yang dirilis satu tahun kemudian.

 

Dragon Quest II: Luminaries of the Legendary Line

Release: January 26, 1987 (NES)

gb_Screen Dragon Quest II 01

Mengambil setting waktu 100 tahun setelah insiden dalam game pertamanya berakhir, kalian bakal berperan sebagai Prince of Midenhall yang bertugas menghentikan penyihir jahat bernama Hagon. Dan dalam menjalankan misinya, ia dibantu oleh dua sepupunya yakni Prince of Cannock serta Princess of Moonbrooke. Untuk game Dragon Quest II ini Chunsoft selaku developer melakukan banyak sekali pengembangan terhadap formula permainan awalnya, di antaranya adalah bertambahnya jumlah party member (kini menjadi 3 orang) yang memiliki class tersendiri, lebih banyak area yang dapat dijelajahi, pertarungan melawan beberapa musuh sekaligus, dan masih banyak lagi. Berkat pengembangan itulah game ini kembali meraih kesuksesan di pasaran Jepang.

gb_Screen Dragon Quest II 02

Dengan hadirnya 3 karakter yang dapat dimainkan disertai dengan peranannya masing-masing, pertarungan berjalan lebih intens di mana gamer harus memaksimalkan skill yang dimiliki oleh setiap karakter. Karena itulah proses grinding menjadi lebih krusial karena semakin tinggi level jagoanmu, maka semakin banyak spell maupun skill yang dapat digunakan dalam battle. Dragon Quest II juga memungkinkan gamer untuk menjelajahi dunia permainan dengan bebas melalui kapal laut yang dapat mendarat di mana saja, berbeda dengan Final Fantasy (dirilis pada tahun yang sama) yang hanya bisa mendarat di tempat-tempat tertentu. Hal ini memudahkan gamer untuk mencapai lokasi yang diinginkan, sekaligus mengakses beragam lokasi terpencil yang menantang.

 

Dragon Quest III: The Seeds of Salvation

Release: February 10, 1988 (NES)

gb_Screen Dragon Quest III 01

Tiga game pertamanya dikenal sebagai “Erdrick Trilogy” karena semuanya berkaitan dengan legenda Edrick (Loto dalam versi Jepang), di mana Dragon Quest III tampil berupa prequel. Ceritanya difokuskan pada seorang hero yang ditugaskan untuk menghadapi monster jahat bernama Baramos, yang ternyata dikendalikan oleh Zoma selaku antagonis utama. Setelah mengalahkan Zoma, jagoanmu menerima gelar Edrick (atau Loto) yang namanya sering disebut-sebut dalam game Dragon Quest pertama maupun kedua. Banyaknya gamer Jepang yang menyukai Dragon Quest III menjadikannya sebagai game ketiga terpopuler di negara tersebut, setelah Final Fantasy X dan Final Fantasy VII, serta dianggap sebagai game terbaik di platform NES.

gb_Screen Dragon Quest III 09

Sama seperti game keduanya, Dragon Quest III berhasil mengembangkan konsep permainannya lebih jauh lagi dengan mengenalkan class system, di mana pemain dapat mengganti class milik karakter lain yang direkrut (kecuali sang Hero) seperti Soldier, Fighter, Wizard, Merchant, dan masih banyak lagi. Uniknya, ketika mengganti class, sejumlah kemampuan yang dimiliki dari class sebelumnya tetap dikuasai sehingga gamer dapat menciptakan karakter hybrid – contohnya Wizard yang mempunyai defense sekuat Soldier. Cool!! Karena hanya 4 karakter yang dapat tergabung dalam party member, maka memilih karakter dengan class yang tepat sangat membantu gamer dalam memenangkan pertarungan yang akan dihadapi.

 

Dragon Quest IV: Chapters of the Chosen

Release: February 11, 1990 (NES)

gb_Screen Dragon Quest IV 01

Dragon Quest IV menjadi game terakhir yang dirilis di platform NES, dan menampilkan gaya permainan yang sangat berbeda dibandingkan ketiga pendahulunya. Salah satunya adalah pembagian storyline utama menjadi 5 bagian, di mana dalam 4 chapter pertama ceritanya dikisahkan dari sudut pandang empat karakter berbeda, yang nantinya bakal bergabung dalam chapter kelima ketika ceritanya diambil dari sudut pandang sang tokoh utama. Adanya pembagian tersebut membuat latar belakang setiap karakter tergali dengan baik, dan gamer bisa mengetahui dengan jelas apa tujuan setiap karakter melakukan petualangan bersama sang Hero. Dalam versi remake-nya, terdapat satu chapter tambahan berisi bonus dungeon yang menantang.

gb_Screen Dragon Quest IV 08

Sejumlah fitur permainan dari game sebelumnya tetap dipertahankan di sini, di antaranya adalah siklus siang dan malam, penjelajahan dunia permainan dengan memakai kapal laut plus balon udara, dan masih banyak lagi. Tapi Dragon Quest IV juga menyertakan elemen permainan baru yang membuat jalannya pertarungan menjadi lebih kompleks, yakni AI system yang dinamakan Tactics di mana pemain dapat memberikan perintah pada party member-mu (menyerang musuh tertentu, memfokuskan pada healing, dan lain-lain) sambil tetap mengendalikan sang karakter utama. Jika dirasa kurang cocok dengan gaya bermainmu, ada pula pilihan Follow Orders di mana gamer dapat mengontrol aksi setiap party member seperti biasa.

 

Dragon Quest V: Hand of the Heavenly Bride

Release: September 27, 1992 (SNES)

gb_Screen Dragon Quest V 01

Adanya perubahan platform menjadi SNES membawa perubahan tersendiri bagi Dragon Quest V, yang dirilis pada tahun 1992 lalu. Berkat kemampuan yang lebih tinggi dibanding konsol NES, game ini memiliki tampilan yang jauh lebih mantap sehingga desain karakter ala Akira Toriyama yang khas semakin jelas terlihat. Sementara dalam bidang storyline, dalam game ini kalian bakal menjalani sekitar 30 tahun dari kehidupan sang Hero – dimulai sejak ia lahir, sampai menikah dan mempunyai anak – dalam menghadapi ancaman si jahat Nimzo. Konsep pembagian cerita melalui sejumlah periode waktu ini ternyata disukai oleh banyak kalangan, ditambah dengan tema cerita yang lebih dewasa dibanding game-game pendahulunya, membuat Dragon Quest V kembali meraih sukses di Jepang.

gb_Screen Dragon Quest V 06

Sejumlah fitur menarik telah ditambahkan oleh pihak developer ke dalam gameplay Dragon Quest V, utamanya kehadiran konsep monster collecting di mana sejumlah monster yang kalian temukan dalam pertarungan bisa direkrut sebagai party member. Karena setiap monster juga dapat memperoleh level up, bisa memakai equipment dan dibekali dengan skill uniknya sendiri, maka pemain dapat menerapkan strategi berbeda dalam pertarungan tergantung dari jenis monster yang mereka rekrut. Ternyata konsep tersebut mampu memberikan pengaruh yang besar dalam popular culture di Jepang, sehingga digunakan oleh beragam franchise lainnya seperti Pokémon, Digimon, serta Dokapon.

 

Dragon Quest VI: Realms of Revelation

Release: December 9, 1995 (SNES)

gb_Screen Dragon Quest VI 01

Dragon Quest V ternyata menjadi game terakhir yang digarap oleh Chunsoft, di mana game selanjutnya yakni Realm of Revelations dikerjakan oleh developer baru yaitu Heartbeat. Meski memiliki storyline yang awalnya terkesan sederhana, di mana gamer (sebagai sang Hero) harus berhadapan dengan kekuatan jahat, tapi cerita berkembang menjadi lebih rumit karena sebagian besar tokoh utama mengalami amnesia sehingga pada awalnya mereka tidak mengenal siapa dirinya. Tidak hanya itu, seiring dengan berjalannya permainan gamer akan mengetahui bahwa selain Real World, ternyata ada dunia lain bernama Dream World yang tercipta dari mimpi orang-orang, dan sebuah kekuatan jahat berusaha untuk menguasai kedua dunia!!

gb_Screen Dragon Quest VI 09

Fitur paling menonjol dalam adalah penggunaan class system yang telah diperbarui. Seperti dalam Dragon Quest III, party member-mu dapat menggunakan satu dari 7 Starter Class (Warrior, Martial Artist, Mage, Priest, Dancer, Thief, Monster Master, Merchant, dan Gadabout) yang tersedia setelah mencapai poin tertentu dalam permainan. Dan dengan menguasai 2 atau 3 Starter Class maka gamer dapat membuka Hybrid Class yang memadukan keunggulan dua class tertentu, contohnya Gladiator (Warrior + Martial Artist), Armamentalist (Warrior + Mage), dan lain sebagainya. Uniknya, menguasai sejumlah Hybrid Class akan membuka Hero Class yang dibekali dengan beragam skill kuat sekaligus stats yang lebih mantap.

 

Dragon Quest VII

Release: August 26, 2000 (PlayStation)

gb_Screen Dragon Quest VII 01

Game Dragon Quest ke-7 ini menandai kehadiran pertamanya di konsol PlayStation, dan langsung menjadi best seller di Jepang pada tahun 2000 lalu. Pasalnya, hanya dalam beberapa minggu saja game ini berhasil terjual sebanyak 3.78 juta copy!! Dragon Quest VII juga jadi game terakhir yang di-publish oleh Enix, di mana nantinya perusahaan tersebut dibeli oleh Squaresoft dan menjadi Square Enix. Di sini kalian akan bermain sebagai sang Hero, yang berpetualang ke masa lalu untuk memulihkan semua benua yang hilang. Namun dengan berubahnya masa lalu, Orgodemir sang Demon Lord menampakkan dirinya dan berusaha untuk kembali menyegel benua-benua yang hilang, memaksa jagoan kita (beserta rekan-rekannya) untuk bertarung melawannya.

gb_Screen Dragon Quest VII 05

Hampir semua hal dalam game ini mengalami perubahan besar-besaran dibandingkan dengan para pendahulunya, termasuk dunia permainan yang jauh lebih luas, disertai dengan lebih banyaknya main quest atau side-quest yang bisa dijalankan. Meski begitu, hampir seluruh elemen permainan dalam Dragon Quest VII tetap mempertahankan “tradisi” yang selama ini digunakan, seperti pertarungan secara turn-based dalam first-person, menjelajahi dunia dengan kapal atau pesawat, dan lain sebagainya. Seperti hanyal Dragon Quest VI, game ini kembali menampilkan class system tapi dengan sedikit perubahan, di mana setiap class terdiri dari 3 tingkatan (Basic, Intermediate, Advance). Dan dengan menguasai class tertentu maka versi upgrade-nya akan tersedia.

 

Dragon Quest Trivia

  • Dalam Dragon Quest pertama, memilih untuk bergabung dengan sang antagonis utama yakni Dragonlord membuat game mengalami freeze sehingga kalian harus me-reset game!!
  • Seri ini mengalami perubahan judul menjadi Dragon Warrior di Amerika karena “Dragon Quest” sudah dipatenkan oleh Simulations Publications sebagai nama bagi Pen and Paper RPG ciptaannya.
  • Dragon Quest‍ menjadi video game pertama yang diadaptasi ke dalam pertunjukan balet, yang dilakukan oleh Star Dancers Ballet di Jepang pada tahun 1995.

 

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.