Rex Requm Qeon (1)

Rex Regum Qeon: Tidak Hanya Dibutuhkan Skill Tinggi Untuk Menjadi Gamer Pro

801

DotA 2 memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para gamer. Tidak hanya sekedar kesenangan dalam memainkannya saja, melainkan beragam turnamen berhadiah bombastis yang digelar dengan dasar game tersebut juga menjadi pemikat. Untuk bisa bertanding di kancah turnament, rupanya tak hanya skill tinggi yang dibutuhkan. Bahkan menurut Rex Regum Qeon (RRQ), seorang gamer profesional membutuhkan hoki yang besar untuk bisa tampil di hadapan dunia.

Untuk mencari rahasia kesuksesan dari tim gaming besutan Qeon Interactive, RRQ, GameStation akhirnya berkunjung ke markas mereka di bilangan Jakarta Barat, Minggu (6/3). Di tempat mereka tinggal, bermain, sekaligus membangun strategi dalam menghadapi lawan tersebut, akhirnya kami mengetahui trick khusus untuk menjadi seorang gamer profesional.
Rex Requm Qeon (2)
Rex Requm Qeon (7)
Mengawali karirnya di tahun 2013 dengan bergabung di Rex Regum Qeon, Farand (Koala) yang sekarang berposisi sebagai kapten tim mengatakan, untuk menjadi seorang gamer profesional, tidak hanya bergantung dari kemampuan bermain saja, keberuntungan juga menjadi faktor pendukung lancarnya seseorang menjad gamer pro. “Kalo mau jadi gamer pro, ga cuma skill aja sih. Harus ada hoki juga,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, hoki atau keburuntungan yang dimaksud meliputi, team yang solid dan sponsor. “Kalo jadi gamer profesional kan kita butuh anggota tim yang solid. Kalo ga solid, bisa-bisa berantakan, yang ada kita malah stuck. Begitu juga dengan sponsor, kita kan butuh sponsor untuk mendukung segala aktifitas kita, kalo ga ada yang susah ya,” terang Farand.
Rex Requm Qeon (8)
Rex Requm Qeon (9)

Saat ini, diakui Farand, RRQ telah memilik anggota tim yang cukup solid, dengan diisi oleh Yusuf (Yabyoo), Rizky (Varizh), Michael Samsir (kelthuzard), dan Kenny (xepher). “RRQ juga sempat melakukan pergantian anggota tim beberapa kali. Hal itu guna mencari anggota tim yang solid, tidak keras kepala, mau belajar, dan mau kerja keras, tidak hanya jago saja.”

Memang, pada akhir Januari lalu, RRQ telah mengumumkan 3 anggota barunya, yakni Rizky, Michael, dan Kenny. Dalam waktu sebulan mereka bergabung di tim ini, beberapa prestasi telah mereka raih, salah satunya adalah menjadi wakil Indonesia di ajang Asian Games for E-Sport (AGES), yang akan digelar di Malaysia, April mendatang.

Diketahui, 3 orang yang menjadi anggota baru di kubu RRQ ini merupakan pemain lama, yang berpindah dari tim sebelumnya karena tidak adanya intensitas berlatih. “Kami pindah ya karena kurang solid sih. Di tim sebelumnya jarang latihan, sulit cari waktu. Beberapa anggota sibuk, jadinya kurang solid. Nah, kalo di RRQ ini kan kita tinggal serumah, makan tidur bareng, latihan ampir tiap hari, jadi solidnya tuh udah kerasa,” tutur Michael.

Untuk menjadi gamer pro juga rupanya mengorbankan banyak hal, termasuk urusan cinta. Ketika ditanya mengenai urusan hati tersebut, para anggota RRQ yang masih di usia 20 tahunan mengaku, mereka belum tertarik untuk menjalin asmara. “Wah kita mah jones. Mau fokus dulu nge-dota. hahahahahahaha,” sindir salah satu anggota RRQ, Kenny.

Pun demikian, terdapat salah satu anggota yang rupanya tengah dekat dengan seorang gadis, yakni Rizky. Menanggapi hal tersebut, Rizky menjawab, “ya tergantung pribadi sih. Kalo bisa berbagi waktu dengan baik, dan bisa tetap fokus, kenapa harus menghindari. Yang penting, tim engga keteteran, main tetap bagus”. Farrand pun turut menjawab, “liat dulu pasangannya, gamer bukan. Ya kalo bukan gamer, udah ketauan ujungnya bakal kemana.”

Pertentangan keluarga pun tak bisa mereka hindari. Penilaian negatif seorang gamer di mata orang tua pun menjadi kendala bagi mereka. Salah satunya Kenny, dirinya mengaku pada awalnya ditolak keras untuk menjadi seorang gamer. “Ya pada awalnya sih ditentang. Ditanya, mau makan apa? mau dapet duitnya gimana? Tapi, saat saya tunjukin prestasi dengan lolos menjadi wakil di Indonesia kemarin, keluarga terutama orang tua mulai mendukung,” kata Kenny.

Farand menambahi, untuk seorang gamer pro, ditentang adalah hal yang lumrah. “Pasti ditentang, ga mungkin engga. Karena karir gamer itu kayak gambling, ga pasti. Kalo menang ya bawa uang atau hadiah, kalo kalah ya ga bawa apa-apa. Wajar sih, emang kayak gambling,” kata Farand.

Pengorbanan banyak hal diakui mereka sebagai langkah tajam untuk mencapai apa yang mereka impikan dari hobi. “Kita ngambil jalan untuk nerusin hobi. Pasti banyak masalahnya. Ya kita harus kuat, harus buktiin kalo hobi kita itu ga cuma gitu-gitu aja. Banyak manfaatnya, salah satunya mengharumkan nama bangsa,” tambah Farand.
Rex Requm Qeon (6)
Menanggapi ucapan Farrand perihal mengharumkan nama bangsa, kami pun bertanya, sudahkah mereka mendapat apresiasi dari pemerintah dengan prestasi yang diraih?

Farand dengan sedikit kesal menjawab, “belum ada bentuk apresiasi apa-apa sih. Kayak IeSPA aja, mereka belum jelas. Kami kalo ikut turnamen mereka tuh bingung, uang pendaftaran sama hadiahnya ga balanced. Emang murah pendaftarannya, tapi kalo dijumlah sama seluruh anggota tim yang ikut, itu tuh ga masuk akal. Aneh deh, makanya sedikit males ikut mereka.”

Sebuah pengakuan dari negara sudah menjadi bentuk apresiasi bagi mereka. Namun, untuk saat ini belum satupun mereka dapatkan. “Nah, di AGES nanti, kami pengen buktiin. Kami akan berjuang keras untuk meraih gelar juara. Dengan tim yang ada saat ini, kami yakin bisa capai gelar juara pertama. Semoga nanti saat juara, kami diapresiasi sama mereka (pemerintah),” lanjut Farand.

Semoga, nama besar Indonesia di kancah turnamen game akan semakin dikenal. Terlebih, dengan Rex Regum Qeon yang akan mewakili Indonesia di Malaysia nanti, pada turnamen AGES. Mari kita doakan keberhasilan RRQ. [Sugoi]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.