Street Fighter in Gaming History – How Street Fighter reinvented fighting genre

136

Kata Pengantar

Sama halnya dengan genre lain dalam dunia gaming yang selalu mengalami evolusi, genre fighting juga terus menjalani perubahan demi perubahan seiring dengan kemunculan game-game terbaru. Namun di antara sekian banyak judul yang sudah dirilis di pasaran, terdapat satu nama yang spesial berkat prestasinya yakni merombak “wajah” genre fighting. Dan game tersebut adalah: Street Fighter II.

 

Before Street Fighter II

Meski awalnya dianggap sama, genre fighting mampu membedakan diri dengan beat ’em up meski sama-sama menampilkan permainan di mana player harus mengalahkan lawan. Utamanya berkat ruang lingkupnya yang lebih terbatas, menampilkan dua karakter yang bertarung di sebuah arena dalam tampilan side-view sehingga hanya bisa bergerak ke kiri atau kanan saja. Dan sebelum munculnya Street Fighter II, game bergenre fighting biasanya memiliki tema yang “normal” seperti pertarungan antara para jagoan dalam beladiri Karate, Judo, Boxing – jika gameplay-nya lebih serius maka akan dikategorikan ke dalam genre sports, dan masih banyak lagi. Di luar itu, ada juga game yang menampilkan pertarungan dengan memakai senjata lho.

Before SFII - Karate Champ 01

Gameplay yang digunakan dalam fighting game sebelum era Street Fighter II sangatlah sederhana, karena (biasanya) hanya mengandalkan pada tombol untuk menyerang yang dipadu dengan joystick. Dengan menggerakkan joystick ke satu arah tertentu lalu menekan tombol attack, maka pemain dapat melancarkan berbagai serangan seperti jumping kick, roundhouse kick, beberapa tipe pukulan, dan lain sebagainya. Karena kedua player dibekali dengan “jurus” yang sama maka siapapun yang bisa melancarkan serangan pada posisi yang tepat akan keluar sebagai pemenang. Karate Champ serta The Way of the Exploding Fist menjadi dua game yang dipandang mempopulerkan gaya permainan seperti ini, bahkan dinobatkan sebagai pelopor bagi genre one-on-one fighting.

Before SFII - Way of Exploding Fist 02

Pada tahun 1985, Konami merilis game Yie Ar Kung-Fu yang – meski bukan game fighting “sejati” karena hanya bisa dimainkan sendirian – menampilkan fitur baru yakni kehadiran sejumlah musuh yang dibekali dengan kemampuan berbeda. Hal tersebut dijadikan sebagai landasan oleh Capcom dalam menggarap Street Fighter pertama, game yang membawa nuansa baru ke dalam genre fighting dengan memperkenalkan berbagai elemen yang kemudian menjadi fitur standar. Di antaranya adalah teknik blocking serangan yang bervariasi, kemampuan untuk menantang player lain kapanpun juga, serta command-based moves (seperti QCF + Punch untuk mengeluarkan Hadouken) yang muncul sebagai “jurus rahasia” dalam beragam game.

Before SFII - Street Fighter 01

Kurangnya minat pemain terhadap genre fighting, utamanya karena gameplay-nya yang kurang seru, membuat banyak developer lebih memilih untuk menciptakan permainan bergaya beat ’em up atau shooter yang saat itu lebih disukai oleh kalangan gamer. Bahkan Street Fighter sekalipun masih memiliki banyak kekurangan – di antaranya adalah kontrol yang kurang responsif – sehingga lama-kelamaan mulai ditinggalkan oleh pemain.

 

After Street Fighter II

Bercermin dari kekurangan yang terdapat dalam Street Fighter, Capcom terus bereksperimen dalam menciptakan gameplay yang lebih baik lagi. Dan hasilnya adalah Street Fighter II, game yang dianggap paling penting dalam sejarah dunia gaming karena mampu merombak genre fighting secara keseluruhan. Selain menampilkan kontrol yang lebih baik, Street Fighter II menampilkan sejumlah elemen permainan yang menjadi fitur wajib dalam sebuah fighting game. Di antaranya adalah penggunaan command-based moves untuk mengeluarkan special moves milik setiap karakter, hingga serangan combo di mana pemain yang handal dapat merangkai beberapa serangan untuk menghasilkan damage yang besar.

After SFII - Breakers 01 After SFII - Fighter's History 02

Kepopuleran game tersebut membuat hampir semua arcade center dipenuhi dengan mesin-mesin Street Fighter II. Hal ini juga memunculkan trend baru dalam kultur dunia gaming yakni competitive play, di mana para pemain saling menjajal kemampuan masing-masing untuk melihat siapa yang paling baik. Tidak hanya itu, popularitas game buatan Capcom tersebut mendorong developer untuk menciptakan permainan yang sama sehingga melahirkan game-game “kloningan” yang menghadirkan gameplay serupa. Bahkan beberapa di antaranya menambahkan fitur baru yang tidak dimiliki oleh SFII, contohnya World Heroes 2 yang memungkinkan pemain untuk memantulkan projectile yang ditembakkan oleh lawan.

After SFII - Breakers 01

Walau tidak semua game “kloningan” yang hadir setelah Street Fighter II mampu bertahan lama, sebagian di antaranya berhasil mempertahankan eksistensinya dan bahkan menjadi pesaing bagi franchise Street Fighter. Salah satunya adalah seri The King of Fighters yang mempunyai sejumlah perbedaan tertentu dalam gameplay-nya, sehingga melahirkan dua kubu berbeda yang saling berseteru antara satu sama lainnya (tapi secara positif tentunya). Kehadiran Street Fighter II juga membawa “budaya” baru ke dalam dunia gaming; setiap kali mencoba fighting game baru – utamanya yang memakai grafik 2D, pemain pasti mencoba mengeluarkan command bagi Hadouken, Shoryuken atau Sonic Boom untuk melihat apakah kedua jurus tersebut hadir dalam game yang dimaksud!!

After SFII - King of Fighters 03

Seiring dengan berjalannya waktu, genre fighting juga terus berkembang dengan menghadirkan beragam inovasi baru yang membuat permainan terasa semakin menarik, hingga mengadopsi grafik 3D. Dan bisa dikatakan kalau semua itu merupakan “warisan” yang ditinggalkan oleh Street Fighter II karena tanpa kehadirannya, genre fighting mungkin tidak akan mengalami kemajuan seperti sekarang.

 

Fun Facts

  • Dalam game KOF ’94 orisinal yang dirilis di Jepang, lawan akan mengeluarkan darah setiap kali diserang. Fitur ini mengalami penyensoran ketika game tersebut dirilis di negara lain.
  • Baik dalam Breakers maupun Power Instinct, terdapat satu karakter ninja yang sama-sama memiliki nama Saizo yakni Tobikage Saizo dan Saizo Hattori.
  • Dalam World Heroes II versi arcade, negara asal Dragon dirubah menjadi Korea padahal dalam game pertamanya disebutkan kalau ia berasal dari China.

 

 

Info Gamer – Throw Your Punches

Info Gamer - Throw Your Punches 01

Ketika Street Fighter pertama dirilis di platform arcade, game ini muncul dalam 2 mesin yang berbeda. Dan salah satunya yakni versi Deluxe menampilkan joystick disertai dengan 2 pressure-sensitive rubber pads yang harus dipukul oleh pemain. Tergantung dari seberapa kerasnya pukulan yang dilakukan akan menentukan strength serta speed dari serangan yang dilancarkan oleh jagoanmu dalam permainan. Namun karena sangat rentan terhadap kerusakan, utamanya diakibatkan oleh kalangan gamer yang sangat antusias dalam memukul pads sekuat mungkin, para pemilik arcade center lebih memilih untuk memasang mesin Street Fighter versi Regular yang menampilkan 6 button configuration.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.