The Technomancer – Awesome visual but, sadly to say, kinda boring

684

Saat pertama kali diumumkan di tahun 2015, The Technomancer memiliki premis yang menjanjikan: sebuah RPG bertemakan sci-fi yang disampaikan secara menarik, di mana umat manusia telah hijrah ke planet lain untuk berlindung dan bertahan hidup – salah satunya adalah Mars. Game ini menceritakan kejadian 200 tahun setelah manusia menciptakan koloni di planet Mars dengan karakter utama Zachariah “Zac” Mancer, seorang anggota baru di korps Technomancer. Ia dikirim ke sana demi menjalankan sebuah ritual khusus untuk menjadi seorang technomancer seutuhnya, namun misteri yang dihadapinya di planet tersebut ternyata jauh lebih besar dan lebih berbahaya dibanding sebuah misi khusus biasa!

Screen The Technomancer 03

Good But Not That Great
Sebagai Technomancer, Zac memiliki kekuatan magis berupa listik yang keluar dari tangannya. Melalui kekuatan tersebut ia bisa melontarkan serangan listrik ke arah musuh, atau memakainya pada senjata yang ia miliki. Dengan mengalirkan listrik pada senjata tersebut maka damage yang dihasilkan menjadi lebih besar. Tapi apakah itu saja senjata yang bisa digunakan oleh Zac dalam pertarungan? Tentu tidak; di sini terdapat 2 jenis senjata yang dapat digunakan meliputi senjata melee seperti tongkat, pemukul besi dan sejenisnya, serta senapan api yang digunakan untuk pertempuran jarak jauh.

Tiga gaya bertarung dan kemampuan yang dimiliki oleh para Technomancer juga akan terus berkembang dengan adanya fitur skill tree yang dihadirkan ke dalam sistem permainannya. Kamu bisa membuka kemampuan serangan yang lebih besar dan gerakan baru yang berguna dalam pertarungan, meski pada dasarnya semua peningkatan itu berkutat seputar kemampuan menyerang (Attacking) dan menghindar (Dodging). Kebanyakan dari pertarungan membawamu pada aktivitas clicking yang frantic dan tanpa henti. Karena terdapat banyak musuh yang harus dikalahkan muncul di sekitarmu, membuatmu harus terus bergerak menyerang, menghindar dan sebagainya untuk memusnahkan mereka. Alhasil, mungkin sebagian dari gamer bakal merasa tidak terlalu menyatu dengan karakter karena selalu bertarung dengan musuh saja.

Screen The Technomancer 02

Berfokus pada pertarungan mungkin bukan hal yang buruk, apalagi pertarungan dalam The Technomancer (dari segi animasinya) terasa begitu mulus. Belum lagi untuk beberapa gerakan dalam pertarungan disajikan cukup keren dengan efek-efek listrik yang muncul saat karaktermu menggunakan kemampuannya. Secara visual, Technomancer hadir dengan kualitas yang sangat baik. Berbagai karakter disajikan dengan mendetail, begitu pula dengan lingkungan sekitarnya. Serunya pertarungan juga didukung dengan berbagai efek yang membumbuinya, dan dengan kombinasi yang apik ini setiap pertarungan yang kalian lakukan terasa hidup dan penuh aksi.

Namun meski tampil memukau dari segi visual dan suara, bobot pertarungan yang sangat besar ini membuat permainan dalam Technomancer (lama-kelamaan) terasa membosankan. Hal tersebut ditambah dengan minimnya NPC dalam permainannya, padahal dunia yang disajikan sudah cukup baik dan cukup luas. Kota-kota yang disajikan terasa dingin dan sangat sepi, bahkan ketiga gamer berada dalam sebuah pasar yang yang menjajakan banyak item untuk dibeli sekalipun. Tak hanya itu saja, NPC yang ada juga seakan tidak menyadari kehadiran karakter saat berada di sekitar mereka. Jadi meski memiliki sistem karma sehinga setiap kali mukarakter melakukan sesuatu (seperti membunuh), pengaruhnya tidak begitu terasa.

Entah karena pihak developer memang ingin menunjukan sisi dunia pascakehancuran atau hal lainnya, minimnya NPC yang dihadirkan menjadikan permainan kurang begitu mengesankan. Berbeda dengan The Witcher yang menjaga jumlah musuh yang ditampilkan di mana Geralt dapat berinteraksi dengan hal lain di luar battle, sehingga gamer memiliki waktu untuk sekedar bersantai dari pertarungan dan menjalani hidup dari segi yang berbeda melalui berinteraksi dengan segudang NPC. Meski kelihatannya minor, hal ini memiliki dampak cukup besar di mana pemain seakan benar-benar berperan sebagai karakter utama yang manusiawi.

Screen The Technomancer 12

The Verdict
Secara cerita dan kualitas grafis yang disajikan, Technomancer sebenarnya tampil cukup memukau dengan berbagai detail yang disajikan baik di bidang desain karakter maupun dunia permainannya. Namun meski hadir dengan dunia yang terasa begitu luas, gameplay dalam game ini terasa dingin dan membosankan dengan minimnya interaski bersama NPC, serta bobot pertarungan yang terlalu besar. Hal ini membuat Technomancer terasa seperti sebuah game uji coba yang masih belum selesai. Di sisi lain, pertarungan yang memang disajikan sangat baik bakal menghibur para gamer yang memainkannya, terutama pada gamer yang memang berfokus pada segi pertempuran. Pada akhirnya, Technomancer bukanlah game yang direkomendasikan untuk kalian yang mencari sebuah RPG yang seimbang dari berbagai aspek permainannya.

Overall Score: 6/10

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.