Xbox Adaptive Controller, Solusi Gaming Bagi Penyandang Difabel

288

Microsoft mengeluarkan pengumuman bahwa mereka telah meluncurkan Xbox Adaptive Controller, yang didesain khusus untuk penyandang disabilitas yang mengalami keterbatasan dalam pergerakan. Dibanderol dengan harga US$100, konsumen bisa mendapatkan bundel ini melalui Microsoft Store maupun dipesan secara online via GameStop. Tidak hanya itu, gamer juga bisa menemukan sejumlah third-party peripherals seperti Quadstick, One-Handed Joystick dan Foot Pedal, yang dijual secara terpisah.

Controller khusus ini dapat dihubungkan pada konsol Xbox One dan PC yang menggunakan operating system Windows 10 via Bluetooth, memungkinkan pengguna yang mengalami keterbatasan di bidang pergerakan untuk memprogram kedua “tombol” besar sesuai kebutuhan. Jadi mereka memilih assistive aid tertentu untuk menggerakkan karakter, menembak atau melompat, tanpa harus menekan tombol seperti pada controller standar, sehingga penyandang disabilitas dapat permainan secara leluasa. Tersedia pula 19 input jack berukuran 3.5mm serta dua USB port, yang bisa dipakai untuk menghubungkan beragam third-party peripherals.

Berdasarkan informasi, Microsoft memulai proyek Xbox Adaptive Controller sejak tahun 2014 lalu ketika salah seorang insinyur mereka melihat custom controller buatan Warfighter Engaged, lembaga nonprofit yang menyediakan peralatan gaming untuk para veteran perang yang terluka atau mengalami cacat. Dan selama dalam pengembangannya, mereka akhirnya memutuskan untuk menggarap gaming device khusus untuk orang-orang dengan pergerakan yang keterbatasan, yang mengawali pengembangan Xbox Adaptive Controller.

Di samping bekerjasama dengan kalangan gamer penyandang difabel, Microsoft juga menggandeng sejumlah pihak untuk menciptakan controller yang bisa digunakan dengan baik oleh individu dengan kebutuhan khusus. Di antaranya adalah The AbleGamers Foundation (juga dikenal sebagai The AbleGamers Charity), Cerebral Palsy Foundation, SpecialEffect, dan Warfighter Engaged tentunya. Pengembangan Xbox Adaptive Controller mendapat sambutan hangat dari sejumlah kalangan, salah satunya adalah Dr Mick Donegan selaku pendiri SpecialEffect, yang menyebutkan bahwa produk buatan Microsoft tersebut memiliki potensi membantu banyak orang secara global untuk menikmati video game.

Yang menarik, Victoria and Albert Museum (biasa disingkat V&A) yang berlokasi di London, mengumumkan bahwa mereka telah menambahkan Xbox Adaptive Controller sebagai bagian dari Rapid Response, koleksi yang didedikasikan khusus untuk current event dan kultur pop. [Aseek]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.